Review film Korea : Miracle In Cell no 7

review film korea : Miracle In Cell no 7
Kayanya cukup lama banget gue gak menulis tentang review film terbaru karena gue memang lagi bosen sama film-film di bioskop yang belum bisa membuat gue 'sreg' banget ketika menonton. Tapi kali ini gue pengen mereview film Korea berjudul, " Miracle In Cell No 7"

Film ini seakan-akan menarik mata gue untuk menonton dari posternya yang cukup lucu dan unik, ada anak kecil yang berada di tengah-tengah poster yang dikelilingi oleh para pria berarti film ini akan menitik beratkan pada anak kecil tersebut. Gue pun browsing tentang sinopsis cerita dari film miracle in cell no 7 dan ternyata film ini termasuk drama yang bisa memainkan perasaan para penontonnya dan hebatnya lagi film miracle in cell no 7 ternyata termasuk film terlaris sepanjang masa no 2 di Korea. Salah satu fakta yang menarik lainnya adalah film ini tidak menggunakan bintang-bintang K-Pop ataupun bertaburan bintang terkenal untuk 'menjual' film ini yang notabene adalah salah satu daya tarik film-film laris untuk saat ini.

Bersaing dengan film Pasific Rim dan Reds 2 ketika penayangan perdana, membuat film ini tidak begitu dilirik para pencinta film. Ketika gue masuk ke dalam bioskop, bangku bioskop hanya terisi setengah saja dari kapasitas fullnya dan tentu saja penonton film ini dominan para wanita. 

Review Film Korea : Miracle In Cell No 7

Film miracle ini menggunakan alur flash back sehingga ketika awal film, kita dibuat bertanya-tanya mengapa ada wanita muda yang mengunjungi beberapa pria untuk mengajak para pria tersebut menghadiri persidangan atas kasus yang sudah lama terjadi dan telah di peti es kan. Wanita muda tersebut ternyata seorang pengacara yang menuntut reka ulang kasus ayahnya, yang sebenarnya menjadi kambing hitam atas meninggalnya anak dari komisaris polisi yang berkuasa saat itu.

Diceritakan di film tersebut ada seorang gadis kecil berumur 6 tahun bernama Yesung (Kal So Woon) memiliki ayah, Lee Yong Gu (Ryoo Seung Ryong) yang agak idiot dan hidup di dalam kemiskinan. Meskipun sang ayah memiliki kekurangan tetapi dia sangat memperhatikan anak semata wayang yang hidup bersamanya. Mereka berdua sangat menyukai Sailor Moon dan memiliki keinginan sederhana yaitu membeli sebuah tas Sailor Moon untuk dipakai Yesung ketika bersekolah. 

Ternyata tas tersebut telah dibeli terlebih dahulu oleh anak komisaris polisi dan sang ayah pun sempat memohon-mohon agar tas tersebut tidak dibeli karena tas tersebut merupakan benda yang sangat diinginkan oleh Yesung.(memang sich agak aneh dan mengada-ada apabila hanya terdapat satu tas di dalam satu toko)
Anak komisaris polisi tersebut akhirnya berbaik hati dan ingin menunjukkan kepada Yong Gu bahwa ada toko lain yang menjual tas yang sama, tetapi takdir berkata lain. Di dalam perjalanan menuju toko tersebut, sang anak mengalami kecelakaan dan meninggal sehingga Yong Gu dituduh sebagai pembunuhnya.

Polisi pun mengkambing-hitamkan Yong Gu atas kecelakaan tersebut karena mereka sangat takut bahwa yang meninggal adalah anak semata wayang dari komisaris polisi. Menggunakan sisi idiot Yong Gu dan cintanya yang besar pada Yesung, polisi mengancam agar Yong Gu mengakui segala skenario yang telah disiapkan polisi sehingga dapat cepat bertemu dengan Yesung.

Tentu saja Yong Gu tidak bertemu dengan Yesung dan malah dijebloskan ke dalam penjara. Di dalam penjara, dia mengisi sel no 7 dengan beberapa penjahat di dalamnya. Kepala sipir dan para penjahat yang tinggal di sel bersama dengan Yong Gu tentu saja merasa jijik dan kesal karena kejahatan yang dituliskan di laporan Yong Gu sehingga Yong Gu dibuly berkali-kali di dalam penjara.

Hati yang tulus dari Yong Gu membuatnya tidak dendam kepada penguasa sel bahkan menyelamatkan penguasa sel (Park Won Sang)  tersebut dari bahaya yang mengancam jiwanya. Penguasa sel tersebut merasa hutang budi dan berjanji untuk memenuhi satu keinginan Yong Gu. Tentu saja keinginan Yong Gu adalah Yesung, anak semata wayangnya. Yesung pun diselundupkan ke dalam sel dan usaha menyeludupkan ini membuat gelak tawa penonton.
review film korea bagus
Yesung kecil tidur bersama para 'penjahat'
'Kesialan' mengikuti para penghuni sel no 7 sehingga Yesung dapat masuk ke dalam penjara tetapi tidak dapat keluar dari penjara. Para penghuni sel ini sangat panik karena Yong Gu meminta agar Yesung tinggal bersama mereka. Dialog dan kejadian selama Yesung di dalam sel sangat mengundang gelak tawa. Ternyata kejadian ini tidak berlangsung lama karena kepala sipir mengetahui bahwa Yesung ada di dalam sel sehingga mengeluarkannya secara paksa dan menghukum Yong Gu lebih berat.

Hati yang tulus Yong Gu lagi-lagi menyelamatkan dia, Yong Gu menolong kepala sipir dari kebakaran yang terjadi di dalam penjara sehingga membuat kepala sipir merasa hutang budi dan bertanya-tanya, apakah seorang yang memiliki keterbelakangan mental seperti Yong Gu dan jiwa penolong dapat membunuh seorang anak kecil ?

Kepala Sipir berusaha mencari kebenaran dan ternyata ia menemukan fakta bahwa sebenarnya Yong Gu sama sekali tidak bersalah. Ia juga membantu Yong Gu agar bertemu kembali dengan Yesung, tentu saja di dalam penjara dan mempersiapkan Yong Gu untuk menghadapi pengadilan untuk keputusan hukuman terakhirnya. Para penghuni sel no 7 juga membantu Yong Gu untuk menghadapi pengadilan dengan mereka ulang sehingga tergambar jelas apa yang sebenarnya terjadi, yang menyebabkan anak komisaris polisi meninggal.

Proses pengadilan yang terjadi dan suasana menjelang hukuman untuk Yong Gu sangat sangat membimbing emosi para penonton untuk mengasihaninya. Dan puncaknya tentu saja ketika ia harus menjalani hukuman, adegan yang mengingatkan gue pada film "Live is Beautiful", dimana sang ayah harus berjalan di depan anaknya dan berkata semuanya baik-baik saja yang ternyata tentu saja tidak baik.  Semua emosi penonton tentu saja tumpah ruah di adegan terakhir ini dan sukses membuat satu bioskop bercucuran air mata. (Bahkan, gue berani menantang para kloseter apakah bisa melewati adegan ini tanpa menangis ?"

Pesan moral dari film Miracle in Cell no 7

Selesai menonton film ini, gue bertanya mengapa judulnya miracle in cell no 7 sedangkan sebenarnya miracle itu tidak terjadi untuk Yong Gu. Setelah gue berfikir lebih dalam, memang miracle itu tidak terjadi untuk Yong Gu tetapi miracle itu terjadi untuk para penghuni sell no 7 dan tentunya kepala sipir dan Yesung itu sendiri. Kehadiran Yong Gu merubah pemikiran para penghuni sel dan kepala sipir yang juga kehilangan anaknya sendiri. Pengorbanan sang ayah membuat orang lain yang pernah menghabiskan waktu bersamanya menjadi bahagia dengan cara yang lain dan tidak terpikirkan. 

Film ini memiliki pesan moral bahwa tidak semua doa itu bisa terjawab sesuai keinginan manusia tetapi doa itu memiliki jawaban lain atas kehadiran maupun bantuan orang lain yang membuat kita dapat mensyukuri atas apa yang terjadi pada kehidupan kita. Dibalik semua kesusahan yang kita alami pasti terdapat jawaban diluar pemikiran kita yang menuntun kita pada kebahagiaan. 

film korea terbaru dan menarik
"Oppa, Sarang hae"

Nilai dari film korea Miracle in Cell no 7

Gue merasa pantas untuk memberikan film ini nilai 9/10 karena film korea ini berhasil memainkan perasaan dan emosi para penonton. Pesan moral yang diberikan juga tergolong cukup jelas bagi para pecinta untuk film Miracle. Tanpa mengandalkan para pemain bintang besar maupun para bintang K-Pop yang sedang melanda negara ginseng ini, Film ini tergolong cukup mengejutkan dapat menerobos film-film korea yang juga sedang beredar di negeri Korea sana.

Sayangnya dan sekali lagi sayang, film ini dikeluarkan di moment yang cukup salah di Indonesia. Karena film Korea ini tidak dapat menyaingi film-film Hollywood yang sedang tayang di bioskop seperti Pasific Rim nya Del Toro ataupun Reds 2 yang dibintangi oleh Bruce Wills dan para veteran Hollywood. Tapi secara garis besar, film ini sangat memuaskan gue yang rada bosan dengan film-film heroic yang sedang beredar terus menerus di bioskop.

3 comments:

bang goffur said...

males kurang greget klo bukan yg horor hhe tapi thx infonya

kecil said...

kmrn baru aja nonton film ini .... keren keren keren .....

pelet santet said...

KAMI SEKELUARGA TAK LUPA MENGUCAPKAN PUJI SYUKUR KEPADA ALLAH S,W,T
dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor yang AKI
beri 4 angka [1561] alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus .
dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu KI. insya
allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka PASANG NOMOR
yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi KI JAYA,,di no (((085-321-606-847)))
insya allah anda bisa seperti saya…menang NOMOR 750 JUTA , wassalam.









































Post a Comment

Kloseter selalu meninggalkan jejak sebelum beranjak pergi...
Jangan Ragu-Ragu untuk beropini segala kegalauannya.