Count Down


Apakah pernah terbayang, ketika malam tahun baru dihabiskan bersama seorang psikopat yang berusaha untuk menghabiskan nyawa kita sendiri ? Gue sich GAK PERNAH !!!
Apakah kita pernah menghargai kehidupan kita yang seringkali kita bilang, membosankan ?
Apakah kita berani mempertanggung jawabkan kesalahan besar yang pernah kita buat di masa lalu ?

Pertanyaan-pertanyaan di atas tadi, dituangkan di dalam film Count Down, Film dengan genre thriller yang berasal dari negeri Thailand.Untuk yang doyan nonton film-film Thailand dengan genre horror atau thriller pasti tanpa ragu akan menyerbu film ini.Memang harus diakui film-film Thailand dengan genre seram tidak dapat dipandang sebelah mata.Sebut saja film Shutter, Ladda Land, Coming Soon dan banyak film-film dengan tema serupa yang dapat membuat jantung dag-dig-dug alias terpacu ngeri.

Film ini dimulai ketika ketiga anak muda yang tinggal dalam satu flat di tempat perantauannya, Amerika, ingin mengadakan pesta kecil-kecilan untuk menyambut pergantian Tahun.Adapun yang tinggal di flat tersebut adalah Jack(Pachara Chirativat / pemain SuckSeed) dengan pacarnya Bee (Jarinporn Junkiet) dan satu teman wanitanya, Pam(Pataraya.K).Film ini menggambarkan efek negatif dari pergaulan bebas karena meskipun mereka berdua masih muda dan sedang kuliah tapi berani untuk bercinta.Sedangkan Bee lebih kearah wanita bitchy alias penggoda gitu, tapi emang mesti gue akui kalo si Pam ini emang menggoda banget di film ini.Hahahaha...

Pesta bagi mereka bertiga, sebenarnya sederhana yaitu menghisap ganja, tertawa bahagia untuk melepaskan kepeningan mereka.Jack pun memutuskan untuk mencari bandar ganja yang notabene adalah temannya sendiri dari Thailand.Tetapi sialnya, sang bandar ini melakukan resolusi di tahun 2013 bahwa dia akan berhenti menjual ganja dan akan segera pulang ke Thailand karena urusannya di Amerika sudah selesai.

Secara tidak sengaja, Jack menemukan kartu nama bandar lain yang bisa menyediakan ganja untuk mereka tetapi nomor terakhir dari nomor handphone di kartu nama tersebut hilang sehingga Jack pun  mencoba keberuntungan untuk mendapatkan penjualnya.Yang namanya jalan setan, emang selalu diberi kemudahan, sama seperti Jack dia dapat dengan mudah menemukan penjual ganjanya.
Tapi ada sesuatu yang agak gak bisa diterima dengan nama bandarnya, nama bandarnya tersebut adalah Jesus dengan perawakan yang sama persis dengan Jesus bagi umat kristiani yaitu tinggi, gondrong dan berjenggot lebat.Kenapa mesti pake karakter Jesus sebagai penjahat? seperti mencari sensasi.

Jesus pun datang membawakan ganja dan mereka menghisap bersama-sama sehingga mulai nge-fly dan bego.Gue jadi teringat dengan salah satu artis stand up comedy yaitu Pandji yang selalu ingin melegalkan ganja karena ganja ini membuat orang tertawa bukan membuat orang menjadi stress.
Semakin lama, tingkah Jesus pun semakin aneh dan dapat membuat mereka seram sendiri.Mereka pun memutuskan untuk membayarnya dan menyuruhnya meninggalkan flat mereka.

Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya, Jesus menggila dan memulai untuk menyiksa mereka satu persatu.Ternyata mereka bertiga mempunyai rahasia yang cukup pelik yang selama ini mereka rahasiakan.Apakah mereka berhasil mengalahkan Jesus dan melewati Count Down malam pergantian baru ? Atau mereka gagal dan ini menjadi malam tahun baru terakhir bagi mereka ?

Bagi gue yang sering nonton film dengan tema sadis dan film-film Thailand,film Count Down ini agak sedikit dipaksakan untuk jalan ceritanya karena biasanya film Thailand genre thriller maupun horror mempunyai ciri khas bahwa film ini harus masuk akal untuk jalan ceritanya.Sedangkan film Count Down ini sedikit di luar akal untuk keseluruhan jalan cerita terutama di bagian ending film.

Untuk bagian-bagian penyiksaan maupun kejutannya pun masih bisa gue nikmatin dengan ketawa ria, bukan berarti gue aneh yah.Tapi ini masih terlalu pemula untuk penggemar film genre thriller/ horror.Jadinya ketika sekeliling gue masih menutup mata atau telinga untuk tidak melihat adegannya, gue malah tertawa ria ketika menonton.

Satu hal yang gue acungin jempol adalah karakter Jesus alias psikopatnya, akting dan kekuatan penjiwaan peran dia benar-benar memukau dan bahkan semua film Count Down ini menarik akibat kehebatan peran Jesus ini.Kehebatan dia sebagai penjahat dapat dibandingkan dengan peran Bane maupun Joker sekalipun.

Secara overall, gue memberikan nilai 6,5/10 untuk film ini, sorry yah agak mengecewakan tapi film ini tidak terlalu wah bagi gue yang notabene doyan nonton film genre thriller apalagi ekspetasi gue cukup tinggi karena ini adalah film Thailand.Film yang sebenarnya lebih enak ditonton di dvd tapi apa daya kalau dvd pasti bahasa Inggris maupun Indonesianya dijamin kacau untuk film-film Thailand.

Case Kloset
-Kloset Galau-

2 comments:

agen bola said...

gikla nih film,,,,,sadis pisikopat

Coco Wong said...

belum sepsikopat felm centipede..
asli muaknya

Post a Comment

Kloseter selalu meninggalkan jejak sebelum beranjak pergi...
Jangan Ragu-Ragu untuk beropini segala kegalauannya.