It's Real man : Abdel & Mongol


Siapa sich sekarang yang gak kenal seekor seorang Abdel dan Mongol?
Kalo yang gak kenal ama mereka berdua, perlu dipertanyakan tingkat kegaulannya saat ini ?

Apa bener loe orang itu dah gaul ? Masa iya sampe-sampe gak kenal mereka berdua yang begitu populer di dunia Stand Up Comedy. (Sebenernya gue juga baru kenal sich, hehehe yang penting gue selangkah lebih gaul daripada loe orang )

Coba di Googling dulu ama dicari di Youtube tentang kedua orang ini.(Gue lebih menganjurkan cari di Youtube daripada Googling soalnya binggung juga apa yang mau dilihat di Google tentang dua makhluk aneh ini )

Entah mengapa akhirnya Abdel meninggalkan Temon maupun mama Dedeh dan lebih memilih 'berduet' dengan Mongol untuk merilis sebuah buku berjudul "It's Real Man"
Sumpah hanya Abdel yang bisa menjawab pertanyaan ini. *semoga dijawab yah Del*, kalau gue gak mungkin bisa menjawabnya.

Sama seperti buku para orang sukses lainnya, hal yang paling menyenangkan untuk dibagi ke pembaca yaitu perjuangan untuk mencapai titik saat ini.Sebuah titik yang katanya sangat mudah diucapkan tetapi butuh waktu, tenaga dan pikiran penuh untuk mencapainya.Yup!titik itu bernama kesuksesan.

Yang bikin beda buku "It's Real Man" dari buku-buku lain yang bergenre autobiografi adalah kemampuan mereka berdua untuk menulisnya dengan gaya bahasa mereka yang penuh humor, mudah dimengerti ( gak usah sampe buka kamus-kamus segala apalagi buka pinter Matematika )dan yang pasti tulisan mereka asal jeblak dari hati mereka yang apa adanya.

Review Buku : Abdel Dan Mongol

Buku ini secara garis besar dibagi menjadi 2 :

1.Perjalanan karier Abdel

2.Perjalanan karier Mongol atau si Rony Imanuel

sumpah deh, nama aslinya Mongol sangat sangat gak cocok sama mukanya *peace*

Kenapa gak diterbitin sendiri-sendiri bukunya ? Sekali lagi jangan tanya gue hal beginian !  (mungkin kalo mengarang sendiri-sendiri bisa sampe lebaran monyet baru bisa dipublish)

Abdel

Di awal cerita, Abdel lebih membahas teknik-teknik dasar sulap, maksud gue berkomedi ( gak enak nyebut berkomedi), hmm apa yah kata yang pas ? teknik melawak aja deh.

Kalo loe kira ngelawak itu gampang...Salah besar!!!
Kalo loe kira pelawak itu adalah sesuatu yang asal-asalan...Salah besar!!!
Kalo loe kira pelawak itu upahnya kecil..Ini baru bener banget (pasang muka manja dan memelas kepada bos biar dinaikan upahnya !)

Yah tulisan awal Abdel ini bisa jadi panduan buat orang-orang yang pengen meneruskan mimpi untuk terjun di dunia komedi atau pengen mencoba belajar menjadi lucu di lingkungan sekitar.

Setelah itu tulisan selanjutnya adalah Abdel berbagi tentang kegalauan dan perjuangannya buat mencari arti hidup di dunia ini.
Loe orang gak bakal nyangka dengan bobot (berat badan), bibit dan boolnya *maap*, seorang Abdel ternyata pernah ---Sensor---, bagian ini enaknya dibaca sendiri aja deh!

Dan cerita ini ditutup dengan doa dan sholat berjamah yang dipimpin oleh Abdel sebagai Imam, eh jadi ngawur kan...
Maksud gue ditutup dengan cuplikan ide-ide segar dia selama di Stand Up Comedy, enaknya sich bagian ini dibaca sambil ditonton langsung di Youtube biar tau cara blocking yang tepat.(bener gak yah istilah gue?cuek lahh)

Mongol

Satu kata buat dia : Ancur !!!
Ancur dari cara ngomongnya, ancur kalo diliat dari atas ke bawah dan sekarang tambah ancur pas tau dia bisa nulis buku.

Tetapi inilah Mongol dari segala keancuran dia, bisa diubah menjadi 'modal' buat eksis di dunia komedi.Sesuatu yang sangat positif!Cetarrrr!!
Mongol yang memiliki kemampuan lebih daripada seekor beruk ketika manjat pohon (Ini kayanya kelebihan utama dia satu-satunya)berhasil membuktikan bahwa sifat pantang menyerah dan mengandalkan Tuhan di dalam hidupnya akan membuahkan pelangi sehabis hujan.

Mongol lebih menceritakan duka-duka (bukan suka duka) dia sebelum bisa eksis di layar televisi.
Dihina bina orang-orang dah sering, duit di dompet gak lebih dari 100ribu rupiah sering banget coyyy, dituduh copet udah makanan sehari-hari.

Ditengah kepopulerannya sekarang pun, Mongol lebih memilih angkutan umum daripada memiliki kendaraan pribadi.Semua diatasnamakan kesederhanaan dan kerendah hatian Mongol..(Preettt!!!Bilang aja loe gak bisa nyetir coyyy!!!)
Dalam tulisannya pun Mongol dengan jelas menegaskan bahwa Mongol yang dulu sama dengan Mongol yang sekarang, sifat santai dan cuek telah mendarah daging di dalam dirinya.Tetep masih menjadi seorang Manado yang dipertanyakan dan tetep aja kurang ngartis bila dibandingkan Manohara.(Kasian yah coyyy!!)

Setali tiga durian dengan Abdel, Mongol juga berbagi tentang bagaimana cara membangun citra di dunia komedi, apa yang harus disiapkan dan tentu saja ide-ide untuk lawakan ala mongol

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Buku "It's real man"dengan cover yang mengingatkan gue kepada poster felm jadul 'Pretty Woman'...
(sorry loe tetep ancur Ngol, gak cantik gak juga ganteng walaupun pose nya dah diunyu-unyuin, gak berarti loe ganteng juga sich Del) dapat dimasukkan ke daftar bacaan kloseter sekalian.

"It's real man" dengan ketebalan 354 halaman ini sangat cocok buat menemani waktu luang di kloset.Bisa membuat ketawa ngikik minimal senyum-senyum sendiri dan yang pasti banyak hal yang bisa kita ambil dari pengalaman kedua ekor manusia ini.Kalo gak bisa ngakak, loe ceng-in aja mereka berdua di @abdelachrian dan @Mongol_Stres

Overall buku ini gue kasih nilai 8,17 / 10. (kalo mau nilai lebih, gue menerima sogokan kok ^^)

Nb : Gue yakin kalo Abdel itu real man karena dia dah punya anak, nah si Mongol ? Gue ragu kalo dia real man. *peace sekali lagi ah, mmmuaachhh salam kw*

1 comment:

Bahrumsyah Bila Sahil said...

baru tau ternyata kalau mereka terbitin buku, membaca reviewnya sepertinya seru bukunya. Tapi apa daya kantongku ini isinya permen-permen manis.

Post a Comment

Kloseter selalu meninggalkan jejak sebelum beranjak pergi...
Jangan Ragu-Ragu untuk beropini segala kegalauannya.